"Kepada aparat hukum diwilayah provinsi Banten kami minta usut terkait keterlambatan dana bos untuk SD dan SMP, jika memang ada dugaan unsur kesengajaan karena keterlambatan, hal itu dapat mempengaruhi operasional para murid yang mendapatkan bantuan bos,"ujar Ketua GMAKS Saeful Bahri kepada detakbanten.com saat di temui di sekertariat, minggu (13/12).
Lebih lanjut Saeful mengatakan, beberapa sekolah yang mengeluh keterlambatan dana bos tersebut di antaranya SMP Ciruas dan SMP Cikande, itu hanya sebagian kecil belum lagi sekolah lainnya yang tidak bisa di sebutkan satu persatu – satu.
"yang pasti kepada penegak hukum harus bertindak cepat dalam permasalahan tersebut,"tegasnya
Lebih jauh Saeful mengatakan, salah satu kendala lagi dalam permasalahan tersebut yaitu dengan dipindahkan nya realisasi dana bos tersebut ke Bank BJB bukan makin cepat malah makin lambat seharusnya awal minggu pada tiap triwulan sudah ada pencairan, namun, hampir akhir triwulan baru dana cair.
"kamijuga meminta kepada Gubernur Banten, jangan memandang sepele dalam pencairan dana bos karena yang menerima masayarakat langsung yg membutuhkan operasional,"pintanya.
