Menurut Gubernur, kebiasaan membaca harus dimulai dari lingkungan keluarga, teman teman dan masyarakat di sekitarnya. Dengan seperti itu, suasana literasi akan terbangun membuat anggota keluarga mudah menggemari baca buku. Hal tersebut, pernah dilakukannya dan terbukti. "Setiap minggu selalu saya anggarkan untuk membeli buku. Di rumah saya, lihat, banyak buku," ucapnya.
Gubernur juga mengajak kepada seluruh pejabat dilingkungan pemprov banten dan masyarakat pada umumnya untuk membiasakan diri membaca buku maupun membaca informasi lainnya. "Membaca itu suatu kebutuhan, pejabat pun wajib baca, kalau tidak mau membaca, tidak akan paham aturan, tidak paham tupoksi. Kepala daerah pun harus membaca, kalau tidak, dibodohi bawahannya," tegas Gubernur.
Selain ke pejabat ia juga berpesan kepada masyarakat Banten untuk membiasakan dan membudayakan membaca, menurutnya membaca membuat banyak tahu dan mengetahui persoalan secara utuh. "Tidak ada selembar kertas pun yang tidak saya baca, setiap minggu saya anggarkan untuk membeli buku, ini harus jadi kebiasaan dan budaya, biasakan baca buku biasakan beli buku, sekarang perpustakaan kita lengkap," ujarnya.
Dengan adanya peringatan hari kunjungan perpustakaan, Gubernur Wahidin berharap tingkat kunjungan perpustakaan di Provinsi Banten semakin meningkat, serta memanfaatkan semaksimal mungkin perpustakaan-perpustakaan yang ada untuk menambah pengetahuan. "Mari kita cerdaskan banten dengan membaca," ajak WH sapaan akrab Gubernur.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DKP) Provinsi Banten Ajak Moeslih menjelaskan, Hari Kunjung Perpustakaan tahun ini mengambil tema "Perpustakaan untuk Semua". Tema tersebut, katanya diangkat dengan tujuan untuk merangkul semua lapisan masyarakat agar berkunjung ke perpustakaan. "Bukan hanya berkunjung, tapi juga menjadikan perpustakaan sebagai tempat rekreasi, tempat tujuan utama saat membutuhkan bahan bacaan," ucapnya.
Hadir juga pada kesempatan ini Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Asda III Pemprov Banten Syamsir, perwakilan Direksi PT Angkasa Pura II, perwakilan dari Pemeirntah Kabupaten dan Kota se-Banten, mahasiswa, pelajar dan masyarakat umum. (Humas)
