“Miris sekali, dibalik pesatnya perkembangan zaman di kota-kota besar, masih ada saudara kita di Papua mengalami kelaparan. Bencana kelaparan ini milik kita bersama,” ujar Puan, kepada Detakbanten.com, Kamis (3/8/2023).
Puan mengajak seluruh pihak agar tak boleh melupakan saudara sesama bangsa di Papua. "Gotong royong dari seluruh pihak diperlukan membantu korban yang sekarang menghadapi bencana kelaparan dampak dari cuaca ekstrem," jelasnya.
Dalam kaitan ini, Puan meminta pemerintah melakukan langkah terpadu menghadapi bencana kelaparan yang rutin terjadi di wilayah itu. Apalagi ini bukan bencana kelaparan pertama di Papua. Di mana, tahun 1982, ratusan warga Jayawijaya, Kabupaten Puncak Jaya, juga mengalami hal serupa.
Lalu, tahun 1984 dan 1986, kelaparan kembali berulang. Jumlah kematian juga tak sedikit. Selain kejadian di 2023, bencana terkini terjadi pada 2022, saat empat orang di Lanny Jaya tewas akibat kelaparan. Di Kabupaten Puncak sendiri, bencana kelaparan hampir setiap tahun terjadi.
“Tidak cukup hanya sekadar memberi bantuan, tapi antisipasi agar ke depan bencana kelaparan bisa dihindari. Solusi harus dihadirkan secara terpadu,” imbuhnya.
