Kades Kiarasari Buka Suara Empat Warga Yang Nekat Menjadi Penambang Emas Ilegal

Warga Nekat Jadi Penambang Emas Ilegal (Foto: Kompas/Tribunnews) Ilustrasi: Shintya/db Warga Nekat Jadi Penambang Emas Ilegal (Foto: Kompas/Tribunnews) Ilustrasi: Shintya/db

Detakbanten.com, NASIONAL -- Empat dari warga Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini telah dipastikan terlibat di dalam industri penambangan emas di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kepala Desa Kiarasari Jaro Ahyar mengungkapkan bahwa mereka memilih jalur kerja tersebut secara sadar.

Apesnya, pekerja tersebut telah terjebak dalam insiden pertambangan di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Banyumas. Sampai saat ini mereka belum berhasil dievakuasi. Hal ini telah melibatkan sebanyak delapan pekerja, termasuk dari empat warga desa lain yang ada di dalam kecamatan yang sama.

Jaro Ahyar menegaskan, warga yang telah memilih bekerja di tambang emas itu dikarenakan kondisi pada ekonomi mereka. Ia juga telah menjelaskan bahwa warganya bekerja di berbagai posisi di tambang itu, biasanya akan menerima panggilan untuk bekerja di lubang tambang pada saat ada tugas. Mereka telah tergabung dalam pekerjaan tersebut, pasalnya daei beberapa rekannya telah lebih dulu bekerja di tambang itu.

Kondisi dari Kiarasari ini, Ahyar mengatakan bahwa disini belum dapat menyediakan lapangan untuk pekerjaan yang telah memadai, hal ini memaksa warganya untuk mencari pekerjaan di tempat lain, hingga merantau ke Banyumas.

"Mungkin begini (kerja di tambang) salah satunya di sini (Kiarasari) kami mengakui bahwa di sini belum menciptakan lapangan kerja," ungkapnya, dikutip dari Tribunnews.

Ahyar sangat mengharapkan warganya segera ditemukan secepatnya, dalam kondisi apapun.

Pemerintah dari Desa Kiarasari akan terus berkomunikasi dengan pihak terkait di Banyumas guna mendapatkan perkembangan baru tentang warganya yang saat ini masih tertimbun di tambang emas.

Perkembangan saat ini, Jumat pagi (28/7) pada proses pencarian serta penyelamatan dari 8 pekerja tambang emas ilegal akan terus dilakukan. Mengutip laporan jurnalis KompasTV, program Sapa Indonesia Pagi, dari petugas gabungan yang masih melakukan penyedotan air dari dalam lubang tambang. 

Petugas dari tim SAR gabungan akan menurunkan camera hole guna mendeteksi serta akan memberi gambaran pada kondisi yang berada dalam lubang tambang. Kemampuan dari kamera yang akan dapat beroperasi di dalam air, akan memberi gambaran yang nyata, seberapa dalam lubang tambang dan apakah berkelok atau tidak.

Ini penting demi menentukan bagaimana langkah yang akan diambil oleh para petugas guna menyelamatkan para korban.

Sebanyak 8 petambang emas ilegal di Desa Pancurendang, Banyumas Jawa Tengah, sebelumnya telah hilang setelah terjebak di dalam lubang tambang, Selasa malam (25/7). Telah diduga terjadi kebocoran air pada lubang tambang di sebelah TKP, hingga dari 8 petambang tersebut terjebak.

 

 

Go to top