Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menuturkan, sebenarnya sudah dipersiapkan sejak lama. Hanya saja, pihaknya saat ini tengah menunggu momen yang tepat untuk menerapkan perubahan nilai rupiah Rp 1.000 menjadi Rp 1.
Ekonom Bank Permata Joshua Pardede menegaskan, redonimasi tersebut penyederhanaan nilai mata uang tetapi tidak mengubah nilai tukarnya ketika akan melalukan transaksi. Redenominasi tersebut juga untuk memberikan persepsi ekonomi, meningkatkan kebanggaan terhadap rupiah, serta meningkat efisiensi.
Meski begitu, Pemberlakuan redenominasi ini juga perlu memperhatikan tiga faktor situasi berbagai perekonomian di tanah air yakni stabilitas makro ekonomi, sistem keuangan dan moneter harus stabil, serta sosial politik.
Namun, Perry menuturkan, kekinian bukan waktu yang tepat untuk melakukan rencana merubah rupiah itu. Sebab, perekonomian yang masih dalam bayang-bayang perekonomian global yang tengah bergejolak.
