Secara kumulatif (c-to-c), pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan I sampai triwulan IV-2022, dibandingkan triwulan I sampai triwulan IV-2021 tumbuh 5,31%.
"Produk domestik bruto (PDB) Indonesia, atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp5.114,9 triliun," kata Kepala BPS, Margo Yuwono, dalam keterangan resmi statistik secara tertulis di Jakarta, Senin (6/2/2023).
Jika dilihat atas dasar harga konstan (ADHK), tercatat, kata Margo, PDB RI sebesae Rp2.988,6 triliun di triwulan IV-2022.
Margo menambahkan, capaian pertumbuhan 5,31 persen ini lebih tinggi ketimbang capaian tahun 2021 yang mengalami pertumbuhan 3,70 persen.
"Namun, pertumbuhan ini lebih rendah dari pertumbuhan triwulan III-2022 yang tumbuh 5,72 persen. Secara yoy, dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan ada pertumbuhan tertinggi 16,99 persen," ungkapnya.
Sementara, secara kumulatif, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi untuk Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan 19,87 persen.
"Dari pengeluaran, secara yoy, pertumbuhan tertinggi dicapai Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 16,28 persen," jelasnya.
