Jumlah itu di luar dari sepeda listrik yang kini telah banyak digunakan masyarakat.
"Pertumbuhan itu sejalan dengan beberapa peraturan yang diterbitkan pemerintah, termasuk pemberian sejumlah insentif," kata Ketua Umum Aismolo Budi Setiyadi, dalam jumpa pers di Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Jumat (27/10/2023).
Peningkatan itu, lanjutnya, juga terlihat dari bertambahnya pabrikan dan Agen Pemegang Merek (APM) motor listrik.
Tahun 2018, hanya ada 9 APM terdata. Tapi, di 2023, berdasarkan data Kementerian Perhubungan, sudah ada 52 pabrikan yang mengajukan Sertifikat Uji Tipe (SUT).
"Data di Kementerian Perindustrian yang sudah mengajukan NIK (Nomor Identifikasi Kendaraan) sekitar 48 pabrik. Secara kuantitas, tren meningkat terus sampai 2023," jelasnya.
