Kepala Bidang (Kabid) Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Kabupaten Pandeglang Pepi Mulawarman mengatakan, sebanyak 53. 0101 jiwa yang tercatatat di Dinsosnakertans pada akhir 2013. Dan dalam kurun waktu kurang dari satu minggu terakhir ini terdapat sebanyak 1200 warga Pandeglang yang tercatat sebagai pencaker ke luar daerah.
Ia mengasumsikan angka tersebut kemungkinan besar akan bertambah pada tahun ini. Karena lulusan sarjana baru makin bertambah setiap tahun. Sedangkan keberadaan usia produktif kerja sebagai penganggur turut mendongkrak pencaker. Lalu, ada penambahan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Kondisi ini ikut berperan meningkatkan jumlah pencaker,"ungkapnya saat ditemui di kantornya, Kamis (14/8).
Pepi mengatakan, pemerintah daerah mempunyai peran sangat penting dalam menekan angka pengangguran. Misalnya, menyediakan lapangan kerja. Sehingga tidak perlu lagi pencaker ke luar daerah atau negeri. Dengan demikian, justru kondisi ini menyebabkan persaingan antarpencaker sangat ketat. Pada akhirnya mereka tidak mendapatkan pekerjaan dalam waktu yang dekat.
Ia mengakui, saat ini jumlah ketersediaan lowongan pekerjaan itu sangat kecil sekali di Pandeglang. Rata-rata dari para pencaker itu ke luar daerah. Untuk itu, pemerintah terus berperan aktif dalam menggaet para investor agar nanti tersedia lapangan kerja di daerah. Bahkan, hal itu akan berdampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Pandeglang. Dan, otomatis permasalahan pengangguran ini perlahan dapat teratasi.
Pepei menegaskan, saat ini Dinsosnakertras Pandeglang tengah berupaya menekan angka pengangguran. di antaranya menggelar pelatihan kerja dan keterampilan rutin bagi lulusan lulusan sekolah menengah setiap tahun. Mereka akan disalurkan ke perusahaan- perusahaan yang telah bekerja sama dengan Dinsosnakertrans Pandeglang.
"Kita gandeng beberapa perusahaan perusahaan di Pandeglang. Di samping itu, kita fasilitasi pencaker dengan mengadakan wawancara tanpa dipungut biaya. Bila mereka membuat kartu pencari kerja (kartu kuning,red), kita menawarkan atau merekomendasi ke beberapa perusahaan,"tambahnya.
Muhlis, warga Kecamatan Pulosari yang ditemui saat membuat kartu pencari kerja mengaku membuat kartu kuning untuk mencari kerja ke luar daerah. Karena, kebanyakan warga setempat merantau mengadu nasib.
