Oco Suroco, warga setempat mengatakan, sejak awal dibangunnya sarana tersebut belum pernah digunakan oleh Masyarakat dikarenakan air sebagai penunjang utama sarana tidak tersedia sebab sumber yang diambil dari pengeboran selalu tertutup urugan tanah.
"Padahal dalam bangunan tersebut memang tersedia sumur dari hasil pengeboran akan tetapi tidak bisa beroperasi sama sekali, dikarenan kontur tanah yang labil, sehingga mengakibatkan sumur bor tersebut selalu tertutup oleh tanah,"katanya saat ditemui dikediamannya, Minggu (1/5).
Lanjut kata Oco, Masyarakat sudah pernah menyarankan kepada pihak pelaksana untuk membuat sumur gali, agar sumber airnya besar dan lancar. tetapi tetap membuat sumur bor yang pada akhirnya tidak dapat dipergunakan. Dirinya juga berharap agar segra ditangani kembali, supaya bisa dimanfaatkan oleh Masyarakat.
"Kami sangat berharap agar pihak pelaksana bisa menangninya kembali, sebab warga disini sangat membutuhkan sarana air bersih tersebut,"harapnya.
Hal yang sama juga dikatakan Ori, Tokoh Masyarakat Kampung Ranca Lutung tersebut, dengan tidak bisa difungsikannya bangunan sarana air bersih yang diturunkan oleh Pemerintah Provinsi Banten ke Desanya itu tidak bisa dirasakan manfaatnya oleh semua wagra Kampung sekitar. Dirinya berharap adanya hambatan air yang menunjang pada bangunan tersebut bisa segera dibenahi.
"Karena memang posisi tanah disini labi maka sumur bor selalu tertutup urugan tanah, tetapi saya berharap selain mengambil sumber air dari pengeboran juga bisa membuat dari sumur gali, maka dari tu saya berharap pelaksana proyek segera mengambil langkah untuk membuat sumur gali agar program tersebut bisa dirasakan manfaatnya oleh Masyarakat,"ungkapnya.
