Kordinator aksi dari KSM 45, Bambang Perdiansah dalam orasinya mengatakan, selama kepeminpinan Erwan Kurtubi (Bupti-Red), tidak banyak prestasi yang diperoleh oleh Pemkab, karena msih banyak persoalan yang belum terugkap yang hanya berhujung pada kesengsaraan rakyat pandeglang, seperti pengelolaan pajak yang buruk.
"Kami menilai selama ini system pemerintahannya sama sekali tidak pro rakyat, sejak 2011 menjanjikan pandeglang untuk bebenah namun sampai sekarang ini tidak ada perubahan yang lebih maju, sehingga hanya isapan jempol belaka,"ungkapnya.
Kordinator aksi dari IPNU, Adnan mengatakan, kepada para pemuda dikabupaten pandeglang harus turut serta mengawasi perkembangan pemerintahan kabupaten pandeglang, kata dia seperti yang dilakukan para pemuda jaman dulu yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari para penjajah.
"Maka dari itu mari kita bersatu melawan para elit yang hanya mementingkan dirinya sendiri dan tidak pro rakyat, demi kemerdekaan warga pandeglang yang selama ini di rampas hak-haknya, bukti buktinya sudah jelas bahwa APBD belanja 2014 yang sangat minim di kabupaten pandeglang juga LHP BPK RI tahun 2010 yang hanya mendapat predikat disclaimer, maka dari itu mari kita bongkar system penjajahan modern ini,"terangnya.
