Masih Banyak Warga Yang Belum Memiliki Jamban

detakbanten.comPANDEGLANG - Kepala Puskesmas Menes April Lesmawati mengatakan, masih banyak Masyarakat di wilayah Kecamatan Menes yang belum memiliki jamban, padahal itu sangat penting bagi bagi kesehatan lingkungan.
Namun sekarang pihaknya beserta Pemerintah mulai dari tingkat Rukun Tetangga (RT) sampai ke Aparat Desa sedang melakukan pendataan jumlah warga yang tak memiliki Jamban. Hal tersebut dilakukan, dalam rangka melihat perbandingan tingkat kesehatan warga yang memiliki jamban dengan warga yang tidak.
"Memang Di Menes sendiri masih banyak warga yang tidak memiliki Jamban, namun untuk jumlah realnya saya kurang begitu hafal, karena sekarang masih sedang dilakukan pendataan,"ungkapnya, saat ditemui di acara Bakti Sosial (Bansos) Pengobatan Gratis di Aula Kantor Desa Sukamanah, Senin (8/12).
Lanjut April, data tersebut nantinya selain akan dilaporkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang untuk dijadikan bahan acuan program serta pihaknya dengan aparat Desa sedang mendorong agar warga Desa dapat bergotong royong untuk membantu warga lainnya yang belum memiliki jamban tersebut.
"Saya berharap kedepan semua warga mau dan mampu melakukan pola hidup sehat, agar tidak mudah terkena wabah penyakit,"katanya.
April menambahkan, ketersediaan Jamban dirumah warga juga termasuk dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), karena jika mereka tak memiliki Jamban untuk membuang kotoran akan dilakukan disembarang tempat menurut Kesehatan hal tersebut tidak baik untuk dilakukan, sebab dikhawatirkan berbagai jenis penyakit akan timbul.
"Maka kami berharap Masyarakat memahami, mengetahui dan mau melakukan prilaku kesehatan baik lingkungan juga dirinya sendiri,"tambahnya.
Terpisah Kepala Desa (Kades) Sukamahan Supandi mengatakan, memang di Desanya sendiri hampir 40 Persen warga tak memiliki Jamban, tapi sesuai himbauan dari pihak Puskesmas, Desa akan melakukan program-program yang berupa gotong-royong dalam rangka membuat jamban tersebut.
"Mudah-mudahan Minggu depan kami akan membuat Jamban percontohan pertama untuk membuktikan bahwa rasa gotong-royong warga masih ada,"ucapnya.


























