Tokoh Masyarakat setempat Haerani mengatakan, yang diketahui olehnya, waktu pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut yaitu sebelum hari raya idul adha, tapi sudah hampir dua minggu tidak dilakukan pengerjaan lagi, padahal pembangunan belum selesai. Dirinya juga mengaku tidak tahu sebab ditinggalkannya proyek tersebut oleh pelaksana.
"Saya kurang faham sebab tidak dikerjakan lagi proyek ini, yang jelas kami meminta kepada pihak pelaksana agar segera menyelesaikan pembangunan, sebab kalau dibiarkan seperti ini aktivitas Masyarakat akan terhambat,"ungkapnya saat ditemui dilokasi pembangunan, Selasa (14/10).
Terpisah Camat Menes Atmaja Suhara saat dihubungi melalui telepon genggamnya mengatakan, memang pihaknya sudah mengetahui kalau jembatan di Desa Kadupayung tersebut sedang dilakukan perbaikan, namun kata dia, mangkraknya proyek itu kurang hafal.
"Kalau memang pembangunan itu ditinggalkan saya berharap kepada pelaksana untuk segera diselesaikan, sebab bisa menimbulkan terhambatnya aktivitas Masyarakat,"tegasnya.
Sementara Kepala Desa Kadupayung Asep mengatakan, memang itu sudah dua minggu tidak dikerjakan, namun dirinya mengaku tidak tahu sebab tidak dilakukannya pengerjaan jembatan tersebut. Tapi pihaknya menegaskan kepada pelaksana untuk segera menyelesaikan pengerjaan.
"Kalau informasi yang saya terima pihak pelaksana pembangunan itu dilakukan oleh Kepala Desa Tegalwangi yaitu Pe'i, tapi Nama perusahaan dan jumlah anggaran yang digunakan saya tidak tahu,"katanya.
