Puluhan Siswa SMP Mengalami Kerasukan Masal

detakbanten.comPANDEGLANG - Sebanyak 20 siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Jiput, tepatnya di Kampung Pamarayan Desa Pamarayan, Kecamatan Jiput mengalami kerasukan masal, Senin (24/11). Peristiwa terjadi saat melakukan apel pagi dilapangan upacara sekolah itu sendiri. Akibat peristiwa itu kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak dilanjutkan.
Informasi yang dihimpun, sebelumnya kerusakuan masal telah terjadi pada Sabtu lalu, di ruangan Lab pada saat kegiatan ekstar kurikuler, dan sekarang peristiwa tersebut kembali terjadi saat melakukan kegiatan apel pagi. Awalnya ketika kegiatan upcara sedang berlangsung tiba-tiba satu orang siswa mengalami pingsan dan berteriak serta nangis secara histeris, selang beberapa menit kejadian serupa dialami beberapa siswa sampai ada sekitar 20 siswa yang kerasukan.
Ditemui dilokasi salah seorang tenaga pendidik di SMPN tersebut menjelaskan, peristiwa terjadi saat semua siswa sedang melakukan kegiatan upacara, ketika apel pagi tersebut berlangsung satu orang siswa mengalami pingsan terus berteriak, pada saat dilakukan penanganan oleh pihak sekolah kejadian tersebut dialami oleh sejumlah siswa yang lain sampai sekiitar kurang lebih 20 siswa yang melamai kerasukan tersebut. Dirinya juga mengaku tidak mengetahui penyebab terjadinya hal tersebut. Tapi kata dia, upaya yang dilakukan pihak sekolah dalam menangani kejadian tersebut memanggil orang pintar untuk mengobati para siswa yang mengalami kerasukan itu sendiri.
"Kemungkinan besar penyebab terjadinya hal ini karena mereka mungkin banyak yang belum sarapan pagi, sehingga kondisi fisiknya lemah, dan disertai fikiran yang kosong, sehingga mereka pingsan dan mengalami kerasukan, dan setelah itu langsung semua ditangani oleh pihak sekolah terus kita memanggil orang pintar untuk mengobati para siswa ini, karena kita tidak tahu bagai mana cara mengobati kruasukan ini, tapi saran dari orang pintar untuk satu hari ini sekolah tidak digunakan KBM alias dikosongkan dulu,"terangnya, saat ditemui di SMPN 1 Jiput, Senin (24/11).
Hal yang sama juga dikatakan oleh Guru lainnya Sugianto, pihaknya mengaku peristiwa tersebut pernah dialami oleh lima orang siswa pada Sabtu lalu, ketika sedang melakukan kegiatan Ekstra kurikuler di ruangan Lab Sekolah, dan hari ini peristiwa terjadi lagi. Dirinya mengaku kurang mengetahui penyebab kejadian yang dialami oleh puluhan siswa tersebut. Namun kata dia, saran dari orang pintar untuk satu hari ini agar sekolah untuk dikosongkan terlebih dahulu.
"Kami juga bingung cara mengobati kerasukan yang dialami oleh para siswa, maka kami memanggil orang pintar untuk menanganinya,"katanya.
Terpisah Kepala SMPN 1 Jiput Dedi Supriadi mengatakan, pihaknya membenarkan kalau para siswanya ada yang mengalami kerasukan, namun hal itu segera ditangani oleh pihak sekolah dan orang pintar. Setelah dilakukan penanganan para siswa yang mengalami kerasukan serta siswa yang lain dipulangkan, sehingga KBM untuk hari ini dilakukan dirumah masing-masing dengan cara diberikan tugas oleh para Guru.
"Memang ada sekitar 20 orang siswa yang mengalami kerasukan, dan kejadiannya saat melakukan kegiatan upacara pagi,"katanya.


























