"Di Pandeglang sendiri semuanya sudah siap, karena ini merupakan program dari Pemerinta, namun kendalanya ada pada sarana yakni buku panduan yang masih amat minim,"ungkapnya dalam acara workhsop implementasi kebijakan program penataan dan pemeratan guru bersama Usaid, di aula salah satu hotel di Pandeglang, Jum'at (7/11).
Lanjut kata Warso, dengan masih minimnya sarana atau buku tuntunan kurikulum 2013 ini dikarenakan dari pihak ketiganya yang belum ada. Sebab dalam penyedian buku tersebut itu dilakukan oleh pemerintah pusat langsung, dirinya juga mengaku sudah sering berkordinasi dengan pihak penyedia, dan sekarang masih dalam tahap proses.
"Untuk sekarang ini sarana yang digunakan oleh para guru untuk panduan proses pembelajaran yaitu bentuknya dalam CD, yang nantinya harus di print out, maka saya berharap ini bisa segera turun,"harapnya.
Terpisah Kepala SMPN Panimbang I Kusnadi mengatakan, pihaknya membenarkan kalau untuk buku tuntunan kurikulum 2013 saat ini masih belum lengkap. Baik untuk guru maupun bagi siswa.
"Kalau untuk penerapan kurikulum 2013 disini sudah dilaksanakan, meskipun untuk sarananya masih mini, tetapi itu sudah menjadi keharusan, sebab itu merupakan program pemerintah yang harus dilaksanakan,"katanya.
