
Kegiatan PMKM ini dilaksanakan oleh Jaenal Rizki, Filda Sylviana, Indah Majidah dan Melti. Dilakukannya kegiatan tersebut bertujuan memberi pengajaran serta ilmu pengetahuan kepada masyarakat, Hal ini diperkuat dengan adanya Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Undang-Undang ini berbunyi: perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut bertajuk ‘Pemanfaatan Botol Plastik untuk Dijadikan Tempat Pensil Hias yang Bernilai Seni dan Jual’ agar anak-anak di Yayasan Sosial dan Panti Asuhan Yatim Al-Kamilah Depok dapat memanfaatkan sampah pelastik yang tak terpakai bisa kembali bermanfaat dan tentunya dapat mengurangi jumlah limbah plastik yang menumpuk.
“karena pesatnya penggunaan plastik dalam kehidupan modern menyebabkan tingkat ketergantungan manusia pada plastik semakin tinggi. Hal tersebut disebabkan plastik merupakan bahan pembungkus ataupun wadah yang praktis dan kelihatan bersih, mudah didapat, tahan lama, juga murah harganya,” tulis dalam sebuah rilis yang diterima detakbanten.com.

Selain itu, kebiasaan masyarakat sebagai konsumen yang selalu menghasilkan limbah yang mengakibatkan terus adanya penumpukan yang berdampak bagi kesehatan dan lingkungan. Maka dari itu, mahasiswa UNPAM mengajak anak-anak Yayasan Al-Kamilah Depok untuk memanfaatkan limbah botol plastik sebagai sarana belajar yang dimana limbah ini akan disulap menjadi tempat pensil, hiasan meja, dan pot bunga yang bernilai seni serta memiliki nilai jual tinggi.
Kegiatan PKM tersebut didampingi Dosen Pembimbing Haryono, S.H., M.M., M.H. Para mahasiswa UNPAM yang tergabung dalam kegiatan PKM memberikan tips pengurangan penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:
1. Sebaiknya jangan memanaskan makanan yang dikemas dalam plastik, khususnya pada microwave oven, yang dapat mengakibatkan zat kimia yang terdapat pada plastik tersebut terlepas dan bereaksi dengan makanan sehingga perlu diberi pembungkus makanan dengan daun pisang atau kertas ketika akan dipanaskan di microwave oven.
2. Gunakan kemasan berbahan kain stainless steel atau kaca untuk menyimpan makanan atau minuman.
3. Dalam kesehaarian pakailah alat makan berbahan stainless steel, kaca, keramik, dan kayu.
4. Terapkan, sebarkan dan ajaklah setiap orang dilingkungan kita untuk mengimplementasikan cara sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Di penghujung acara, Jaenal Rizki menyampaikan, Tujuan dari kegiatan yang mereka lakukan adalah mengedukasi peserta tentang pentingnya menjaga lingkungan, selain itu berbagi ilmu cara kreatif untuk mendaur ulang botol plastik menjadi tempat pensil, agar sampah yang dihasilkan tidak serta merta hanya dibuang saja, namun bisa menjadi barang yang memiliki daya guna. lalu kegiatan tersebut diakhiri dengan sesi foto mahasiswa bersama adik-adik Yayasan, dan segenap pengurus Yayasan.
Penulis: Jaenal Rizki, Filda Sylviana, Indah Majidah dan Melti
Dosen pembimbing :Haryono, S.H., M.M., M.H.
Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang
