Yaccarino memuji upaya Musk dalam membawa konsep 'kebebasan berpendapat' ke Twitter. Meskipun tidak menyentuh kontroversi yang melibatkan Musk, seperti PHK besar-besaran dan komentar-komentar sensasional yang dibuatnya di platform microblogging tersebut, Yaccarino mengungkapkan kekagumannya terhadap Musk.
"Pernahkan Anda berinteraksi dengan seseorang yang memiliki wawasan luas dan menginspirasi Anda untuk mengungkapkan pemikiran Anda? Selamat datang di Twitter 2.0," ujar Yaccarino, menggambarkan kekagumannya terhadap Musk, seperti yang dikutip dari Gizmodo pada Selasa (13/6/2023).
Menurut jurnalis teknologi dari New York Times, Ryan Mac, email dari Yaccarino menandai pertama kalinya terjadi interaksi yang luas antara manajemen Twitter dan karyawan setelah diakuisisi oleh Musk.
Selain itu, ini juga merupakan komunikasi pertama antara Twitter dan jurnalis setelah Musk memangkas tim hubungan media di perusahaan. Perlu dicatat bahwa email internal Yaccarino sengaja dibagikan kepada beberapa jurnalis.
"Prinsip kami adalah membangun sesuatu yang baru dari awal. Jarang ada kesempatan untuk meletakkan masa depan di tangan semua orang, mitra, dan kreator. Inilah alasan saya berada di sini," kata Yaccarino secara ambigu, tanpa merinci apa yang dimaksud dengan 'masa depan'.
Musk menunjuk Yaccarino sebagai CEO baru Twitter bulan lalu. Ia menyatakan bahwa ia tetap akan terlibat dalam manajemen Twitter, tetapi akan lebih fokus pada pengembangan produk teknologi. (Aqila/red)
