Camat Jayanti Yandri Permana mengatakan, saat ini dirinya telah membuat program pada bagian pemberdayaan masyarakat untuk memfasilitasi seluruh desa di Jayanti agar melakukan budidaya maggot, saat ini di Desa Dangder ada kelompok masyarakat yang membudidayakan maggot sebagai mata pencaharian sehari - hari.
"Selain bisa menghasilkan uang, ternyata budidaya Maggot juga mengurangi sampah organik," terang Yandri kepada wartawan, Jum'at (26/8/2022).
Yandri mengatakan, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), komposisi sampah di Indonesia didominasi oleh sampah organik, yakni mencapai sekitar 57% dari total timbunan sampah. Untuk mengolah sampah organik ini, selain dengan pengomposan juga bisa dilakukan dengan budidaya BSF (Black Soldier Fly) atau Lalat Tentara Hitam. BSF (Hermetia Illucens) kata Yandri merupakan sejenis lalat berwarna hitam yang larvanya (maggot) mampu mendegradasi sampah organik. Maggot atau belatung yang dihasilkan dari telur lalat hitam (BSF) sangat aktif memakan sampah organik.
Selain itu kata Yandri, budidaya Maggot juga dapat menumbuhkan sumber penghasilan baru di tengah masyarakat.
“Budidaya maggot ini sangat penting untuk disosialisasikan kepada masyarakat, dan harapan saya agar Warga Jayanti dapat mengembangkan budidaya ini,” ungkapnya.
Kepala Desa di Jayanti sambung Yandri, diharapakan bisa menganggarkan melalui dana desa di bidang pemberdayaan budidaya Maggot, pihak Kecamatan tentunya akan memberikan pelayanan berupa fasilitas pengangkut sampah Gerobak Motor (Germo), meski hanya satu unit, tapi nantinya petugas dari gerobak motor tersebut akan rutin ke desa - desa untuk mengangkut sampah organik yang akan menghasilkan nilai ekonomis bagi masyarakat.
