Print this page

Begini Cerita Nenek Murni yang Rumahnya Dibedah

Begini Cerita Nenek Murni yang Rumahnya Dibedah

detakbanten.com Kota Tangerang-Program Bedah Rumah yang sudah dilaksanakan Pemerintah Kota Tangerang dalam dua tahun terakhir telah berhasil merenovasi tidak kurang dari 2.800 rumah. Sehingga tidak mengherankan bila banyak masyarakat yang merasa terbantu dengan program tersebut.

Tak terkecuali Nenek Murni, janda 65 tahun yang tinggal bersama anak dan cucunya di Kelurahan Gerendeng, Kecamatan Tangerang. Nenek Murni yang semua rambutnya telah memutih tersebut terlihat begitu sumringah ketika secara tak sengaja bertemu dengan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah di pinggiran Kali Cisadane.

Nenek Murni yang saat itu sedang bermain bersama cucunya di pinggir Kali Cisadane nampak begitu bahagia melihat Arief yang sedang melihat-lihat lokasi yang rencananya akan dijadikan tempat Kampung Ramadhan di Kelurahan Gerendeng.

Kedatangan Arief, yang ditemani oleh Lurah Gerendeng Nusron, tak disia-siakannya, secara spontan Nenek Murni menghampiri Wali Kota yang sedang serius berdiskusi dengan Lurah Gerendeng.

Layaknya orang tua kepada anaknya, Nenek Murni dengan gaya khas Tangerang menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Wali Kota, karena rumahnya telah direnovasi oleh pemkot.

"Pak Wali, emak sampein banyak-banyak terima kasih. Kemarin alhamdulillah rumah emak sudah dibedah. Rumah emak dulunya rombeng sekarang sudah cakep," tutur Nenek Murni sambil mengacungkan dua jempolnya kepada Arief.

Gelak tawapun mengiringi obrolan Wali Kota dengan Nenek Murni. Tak terlihat ada rasa canggung dari Wali Kota maupun Nenek Murni. Dengan sesekali menepuk pundak renta sang Nenek, Wali Kota tampak begitu akrab bercanda dengannya. 

"Nenek lakinya masih ada ?," tanya Wali Kota yang lantas dijawab dengan gelengan oleh Nenek Murni. "Kalau enggak ada saya cariin mau ?," kelakar Wali Kota.

Kunjungan Wali Kota ke pinggir Cisadane tersebut rupanya juga menarik perhatian para tukang ojek yang sedang mempersiapkan acara untuk buka bersama di sekitar lokasi. "Ini mohon maaf pak wali kita numpang parkir motor di sini," ujar salah satu tungkang ojek yang tergabung dalam Taman Dayung Rider (TDR).