Brace Raka Warnai Comeback Tim Kota Tangerang di Turnamen Pakujaya Cup 2022
Kesebelasan Porkapin FC Kota Tangerang, maju ke putaran dua setelah mengalahkan Perschil FC Cilalung dengan skor 3-2.detakbanten.com,TANGSEL-Kesebelasan Porkapin FC unggul tipis ketika berduel dengan kesebelasan asal Kota Tangsel, Perschil FC dalam laga lanjutan putaran pertama turnamen sepakbola Pakujaya Cup ke 7 di lapangan Pakujaya, Serpong Utara, Sabtu sore (28/5/2022).
Tim kesebelasan Porkapin FC yang bermarkas di kawasan Kunciran, Kota Tangerang tersebut, unggul lebih dulu melalui kaki penyerang andalannya bernomor punggung 6, Raka. Gol berawal dari pelanggaran yang dilakukan pemain Ferschil di depan garis 16, Raka yang betindak sebagai eksekutor si kulit bundar itu pun melepaskan bola tendangan kerasnya ke gawang yang dijaga Aldi.
Bola lurus mendatar itu pun meluncur mulus ke sisi kanan gawang yang tak bisa di jangkau penjaga gawang bernomor punggung 20 tersebut. Gol Raka pada menit ke 13 untuk sementara membawa tim nya memimpin skor menjadi 1-0.
Namun gol pertama yang dibuat Raka tak berlangsung lama. Pasalnya, dua menit jaring gawang kesebelasan asal Cilalung Jombang itu bergetar, salahsatu pemain Porkapin melakukan pelanggaran yang nyaris persis seperti pelanggaran yang dibuat anak-anak asuh mantan pemain liga profesional sepakbola Indonesia, Syahroni.
Il capitano kesebelasan Perschil FC Cilalung Jombang, Kani, maju menjadi algojo eksekusi tendangan bebas. Bola keras yang dilepaskan kapten bernomor punggung 13 itu pun tak mampu di halau kiper kesebelasan Porkapin, Rian Bongol. Penjaga gawang bertubuh tinggi besar itu pun tak kuasa menghalau bola yang meluncur ke sisi kanan gawang yang ia jaga. Skor pun berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga babak pertama selesai.
Babak kedua dimulai, anak-anak Cilalung yang diperkuat para pemain inti seperti Pace, Kani, Dapi, Indra, dan Gilang ini, akhirnya berbalik unggul. Lewat serangan kilat yang di motori penyerang nomor punggung 10, Pace, akhirnya membuahkan hasil cukup manis. Bola umpan oleh rekannya ke arah Pace yang bebas dari kawalan lawan, di kontrol dengan sekali sentuh dengan kaki kanannya.
Dia pun kemudian melepaskan bola flashing ke sudut tiang jauh gawang lawan. Bola melengkung yang dilepaskan Pace bersarang di pojok kiri gawang Rian Bongol. Skor pun berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan anak-anak Cilalung.
Tak mau kalah dari anak-anak Tangsel, barisan kesebelasan Porkapin yang di perkuat barisan pemain intinya ini, seperti Yunda, Acong, Ilham, Endin dan Raka, bangkit melakukan serangan bertubi-tubi ke pertahanan Perschil. Gol penyama kedudukan yang di tunggu anak-anak Kunciran itu pun terjadi. Lagi-lagi melalui pelanggaran oleh pemain Perschil di sisi kiri pertahanannya sendiri.
Dua pemain Porkapin sukses menipu barisan pertahanan yang dibangun anak-anak Cilalung. Dimana, bola yang seharusnya di tendang ke arah gawang, namun hanya dilakukan sekali sentuhan ke eksekutor yang sudah berdiri bebas. Pagar hidup yang dibentuk anak-anak Cilalung pun terkecoh. Apalagi, sang eksekutor justru memberikan asist ke pencetak gol pertama kesebelasan Porkapin, Raka.
Bola asist yang sudah terukur itu pun kemudian di manfaatkan Raka dengan sekali tendangan ke gawang Perschil. Bola pun kembali menggetarkan jaring gawang yang dijaga Aldi di menit-menit pertengahan laga berlangsung. Raka pun sukses membuat brace dengan 2 gol nya. Skor pun imbang menjadi 2-2.
Tensi permainan oleh kedua kesebelasan semakin meningkat. Jual beli serangan pun terus dilakukan masing-masing kesebelasan. Namun kondisi rumput lapangan Pakujaya yang baru saja di guyur hujan deras itu, menyulitkan para pemain mengembangkan skema permainan. Jatuh bangun antar pemain akibat lapangan licin kerap terjadi di antara kedua kesebelasan.
Di menit-menit akhir jalannya laga kedua berakhir, pil pahit terpaksa harus di telan kesebelasan Perschil Cilalung. Proses terjadinya gol berawal dari corner kick untuk kesebelasan Porkapin. Bola lambung ke gawang Perschil FC itu pun kemudian di sundul oleh pemain bertahan Porkapin yang jauh-jauh rela meninggalkan sarangnya. Gol sundulan kepala pemain bertahan itu merubah skor menjadi 3-2 untuk keunggukan anak-anak Kunciran.
Dengan kemenangan itu, Porkapin berhak melaju ke putaran kedua dan akan berhadapan dengan kesebelasan All Star FC Diklat Pakujaya pada 25 Juni mendatang. Sementara jadwal pertandingan esok, Minggu (29/5/2022), kesebelasan Seven Team FC akan meladeni gempuran-gempuran para pemain Golok Setan FC, salah satu klub sepakbola asal Pondok Aren, Tangsel.
Penanggung jawab turnamen, Toha mengatakan, sepekan jalannya turnamen sepkbola Pakujaya Cup digelar, masing-masing kesebelasan telah menampilkan kemampuan terbaiknya. Namun karena faktor cuaca yang tak menentu, sesekali membuat sulit para pemain untuk mengekspresikan aksi individu yang dimiliki para pemain.
"Ya tadi kita lihat sendiri kan. Rumput licin di sini sering membuat pemain terjatuh. Ini sama halnya pemain membuang peluang yang ada. Tapi kita sudah instruksikan agar instruktur pertandingan segera membenahinya," kata Toha.
Anggota DPRD Provinsi Banten itu sebutkan, turnamen sepakbola Pakujaya Cup ke 7 yang digelar tahun ini, menjadi hiburan alternatif masyarakat yang datang baik dari Tangsel maupun Kota Tangerang. Apalagi kali ini banyak kontestan dari Kota Tangerang mengirimkan tim-timnya untuk berlaga.
"Ini cukup menghibur masyarakat. Apalagi setelah pandemi berlalu seperti sekarang ini, kita ingin pendukung masing-masing tim tetap menjaga persaudaraan," ujar dia.

























