Bupati Darma Wijaya menyoroti pentingnya kegiatan ini sebagai upaya mendorong minat baca dan meningkatkan keterampilan literasi anak-anak sejak usia dini.
Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap menurunnya minat baca akibat maraknya penggunaan gadget di kalangan anak-anak.
"Saya mengimbau guru dan orang tua untuk mengawasi penggunaan smartphone oleh anak-anak, mulai dari balita hingga remaja. Aturlah waktu dan tempat penggunaannya. Anak-anak kita jangan dibiarkan menjadi budak teknologi," tegasnya.
Ia juga menyinggung isu-isu sosial seperti penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja yang menjadi ancaman jika anak-anak kurang mendapat perhatian dari lingkungan keluarga dan sekolah.
'Membiasakan anak membaca dan bertutur dapat menjadi fondasi kuat untuk membentuk karakter positif," paparnya.
Bupati Darma Wijaya menilai lomba bertutur tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai bentuk pelestarian budaya literasi dan penguatan kemampuan komunikasi serta rasa percaya diri anak.
"Dulu kalau saya tidak suka membaca, mungkin saya tidak bisa berdiri di sini sebagai Bupati. Membaca itu penting dan harus dibiasakan sejak kecil," ujarnya berbagi kisah inspiratif.
Kepala Dinas Perpusip Sergai, Elinda Sitianur, SE dalam laporannya menyampaikan bahwa lomba bertutur ini bertujuan menumbuhkan kecintaan membaca di kalangan pelajar dan mendukung gerakan literasi nasional.
Dia berharap kegiatan ini menjadi pemicu bagi peningkatan kegiatan serupa di tingkat yang lebih tinggi.
"Semoga melalui kegiatan ini, anak-anak di Sergai semakin mencintai buku dan menjadikan membaca sebagai bagian dari keseharian mereka," pungkasnya.(ap).
