Dambaan Sergai Bangunkan Rumah Warga Korban Puting Beliung di Desa Silau Rakyat

Detakbanten.com I SERDANG BEDAGAI — Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Serdang Bedagai yang dikenal dengan sebutan "Dambaan" (H. Darma Wijaya dan H. Adlin Tambunan) kembali menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap masyarakat.
Pasangan ini membuktikan bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang janji, melainkan tentang aksi nyata. Dengan gotong royong dan rasa kemanusiaan, pemerintah daerah dan masyarakat bahu-membahu membangun kembali harapan warga yang sempat runtuh bersama rumahnya.
Melalui aksi cepat tanggap, mereka membangun kembali rumah warga yang rata dengan tanah akibat disapu angin puting beliung di Dusun I Penjemuran, Desa Silau Rakyat, Kecamatan Sei Rampah.
Wakil Bupati Serdang Bedagai, H. Adlin Tambunan, langsung memerintahkan Organisasi Perangkat Daerah terkait untuk segera berkoordinasi membangunkan rumah milik Muhammad Fahrozi Sitepu, yang hancur total diterjang angin puting beliung.
“Alhamdulillah, hari ini kita mulai pembangunan kembali rumah warga kita yang tertimpa musibah. Kita bekerjasama dengan Baznas, Insya Allah rumah ini akan segera berdiri kembali,” ujar Adlin, Selasa (22/7/2025).
Kata dia, seluruh kebutuhan bahan bangunan seperti batu, bata, semen, dan pasir akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten. Namun, ia mengajak masyarakat untuk bergotong royong dalam pengerjaannya.
“Kami harap seluruh pihak bisa saling membantu. Gotong royong antara keluarga, masyarakat, dan Pemerintah Desa akan membuat pembangunan ini cepat selesai,” ungkap Adlin.
Adlin juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang belakangan sering terjadi. Ia pun memberi semangat kepada Fahrozi dan keluarganya agar tetap tegar menghadapi cobaan.
Sementara itu, Muhammad Fahrozi Sitepu mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, khususnya Wakil Bupati Adlin Tambunan, yang telah menepati janji membantu keluarganya.
“Terima kasih Pak Wakil Bupati, kami benar-benar tidak tahu harus tinggal di mana lagi. Rumah kami satu-satunya tempat berteduh sudah hancur. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ucapnya haru.
Ia menceritakan bahwa saat kejadian, ia bersama istri dan dua anaknya berada di dalam rumah. Hujan deras disertai angin kencang membuat atap dan dinding rumah ambruk. Beruntung mereka selamat karena tertahan oleh sebuah lemari.
“Kami merangkak keluar dari reruntuhan dan berlindung di rumah tetangga. Alhamdulillah, bantuan datang tak lama setelah kejadian, termasuk juga bantuan peralatan sekolah untuk anak saya yang mau masuk TK,” tambahnya.(ap).


























