Digugat 1Milyar, Nenek Fatimah Minta Bantuan MUI.

detakbanten.comTANGERANG - Sengketa tanah antara nenek Fatimah, menantu Nurhakim dan anak kandungnya, Nurhana masih terus berkepanjangan. Setelah sebelumnya menantu Nurhakim dan anak kandungnya menggugat kepengadilan sebesar Rp 1miliar, kini nenek Fatimah meminta bantuan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang untuk memediasi perselisihan sengketa tanah tersebut.
Kuasa hukum Fatimah, Aris Purnomo Hadi menjelaskan, pihaknya telah mengajukan surat kepada MUI agar memfasilitasi terkait persoalan sengketa di dalam keluarga tersebut.
"Intinya kita minta bantuan tokoh agama dalam hal ini MUI untuk memberikan penjelasan dan pencerahan buat penggugat, sengketa ini kan masih satu keluarga," jelasnya usai sidang perdata dengan agenda kesimpulan penggugat dan tergugat di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Selasa (21/10).
Terkait tawaran mediasi dari penggugat yang ditolak Fatimah, Aris membantah hal tersebut. Menurutnya mediasi dilakukan sebelum sidang pokok perkara, karena itu merupakan prosedur di persidangan perdata. Dalam mediasi itu tidak ada kesepakatan antara kedua pihak.
"Mereka menawarkan tanah tersebut dijual lalu hasilnya dibagi dua, tapi kami keberatan, nanti Hj Fatimah tinggal dimana. Dia sudah 27 tahun tinggal disitu bersama anak-anaknya," jelasnya.
Sementara terkait kesimpulan yang diberikan kepada Ketua Majelis Hakim, Aris menjelaskan bahwa isi surat tersebut tidak hanya membeberkan kebenaran formil, tapi juga kebenaran materil.
Diantaranya, Hj Fatimah sudah tinggal selama 27 tahun di tanah tersebut dan membayar bayar pajak. Selain itu juga sertifikat tanah masih ditangan dia. "Ya mudah-mudahan hakim bisa memberikan keputusan seadil-adilnya," ungkapnya.
Sementara, Kuasa Hukum Penggugat, M Singarimbun mengatakan, dalam kesimpulannya pihaknya konsisten dengan keterangan saksi dan bukti-bukti yang ada, diantaranya belum ada pengalihan nama sertifikat tanah dari Nurhakim kepada keluaga Fatimah.
"Sertifikat tanah itu kan atas nama klien kami, mereka bilang sudah beli tanah itu, tapi tidak ada buktinya. Secara yuridis itu bukti yang kita pegang. Namun bagaimana keputusannya nanti menjadi domain hakim,'" tukasnya.
Dia juga masih memberikan kesempatan kepada pihak Hj Fatimah untuk mediasi sebelum hakim memutuskan perkara pada minggu depan.
"Dari dulu kami sudah mau mediasi, tapi yang bersangkutan menolak. Sampai sekarang kami masih berikan waktu. Mediasi ini juga diminta hakim," kata Singarimbun.


























