" Kalau Mad Romli pindah Partai menurut saya Mad Romli akan terlihat lebih gagah dan Gentleman dan jauh lebih terhormat, dari pada sekarang seperti sekarang ini,"terang Imam Fahrudin.
Imam mengatakan, setelah rekomendasi Golkar berpindah kepada Maesyal Rasyied Intan, maka secara otomatis seharusnya dia patuh dan taat terhadap aturan dan garis Partai, dan tidak kemudian memaksakan kehendak sehingga menyebrang ke Partai lain dengan posisi Calon Bupati Tangerang,
" Berpolitik itu harus memiliki etika, mundur pindah ke Partai lain jauh lebih terhormat dari pada sekarang, kalau tetap bertahan di Golkar, maka akan diolok - olok oleh semua warga Kabupaten Tangerang,"tandasnya.
Soksi juga menyampaikan protes atas penggunaan Gedung DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang yang dijadikan titik kumpul Pasangan Calon Bupati Mad Romli dan Irvansyah, padahal Gedung Golkar milik kader - kader Golkar, tak sepantasnya Gedung Golkar digunakan oleh kepentingan calon yang tidak direkomendasikan oleh Partai Golkar, bayangkan saja dan cermati oleh semuanya, apakah kejadian kemarin pada saat pendaftaran ke KPU dibenarkan penghuni partai lain menduduki gedung Golkar.
" Kantor DPD Golkar bukan rumah Mad Romli, tapi buah dari kerja keras pengurus - pengurus Golkar era Pak Zaki Iskandar, sehingga Golkar memiliki kantor di Jalan Raya Pemda, tanpa ditarik pa Zaki masuk ke Golkar, Pak Mad Romli tidak akan seperti sekarang, maka dari itu jangan jumawa dan lupa diri telah dibesarkan oleh pak Zaki Iskandar bahkan sampai jadi Wakil Bupati Tangerang" tandasnya
