" Bukannya pasien Covid 19 di Banten menurun, malah jumlah pasien Covid 19 melonjak, bahkan untuk pemberlakuan PSBB di Banten saja bertambah, dari 3 Kabupaten /Kota menjadi 8 Kabupaten/kota,"terang Dedi kepada wartawan, Jumat (11/09/2020).
Dedi mengatakan, salah satu contoh untuk wilayah Tangerang yang semula berada pada zona hijau kini sudah kembali ke zona merah.
"Kami melihat tak ada kerja nyata untuk menuntaskan Covid-19. Penggunaan anggaran Covid-19 juga tidak transparan," terangnya.
Disamping itu, kata Dedi, penerapan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan tujuan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 justru tak ada manfaatnya sama sekali. PSBB sampai berkali - kali justru hanya menghambur- hamburkan keuangan negara semata.
"PSBB itu hanya akal- akalan, bukan membasmi virus tapi hanya menggugurkan kewajiban doang. Jadi Pak WH harus jantan mengakui ketidakmampuan urus Banten,"terang Dedi.
Sementara Gubernur Banten Wahidin Halim saat dikomfirmasi melalui pesan whatsupnya terkait tudingan dari Formatang tentang ketidak mampuan Gbernur Banten menghadapi Covid 19, malah melempar tanggung jawabnya kepada Bupati dan Gubernur lain, namun tidak dijelaskan bupati dan Gubernur mana yang dimaksud.
" Silahkan tanya ke Bupati dan Gubernur lain, apakah mampu atau tidak menangani Covid 19," terang Gubernur Banten Wahidin Halim.
