"Wisata Bahari diantaranya adalah Pulo Cangkir, Tanjung Kait, Tanjung Pasir dan beberapa pantai lainnya, selama ini Disporabudpar dari mulai Kadis terdahulu sampai Kadis sekarang tidak memiliki niat untuk memajukan dan menggali potensi wisata agar bisa menjadi PAD Kabupaten Tangerang," terang Retno.
Retno mengatakan bahwa selama ini potensi tersebut digali hanya untuk kepentingan oknum tertentu saja, padahal dari investigasi yang dilakukannya, untuk tiga lokasi wisata saja nilainya sangat fantastis di angka miliaran rupiah, apalagi kalau hari raya Idul Fitri dan Idul Adha jumlah wisata yang berkunjung sangat banyak sekali, jumlahnya ribuan.
"Kami dari lembaga sosial kontrol akan melayangkan surat ke Disporabudpar, apa langkah selanjutnya yang akan dilakukan, kalau bicara kewenangan, itu sifatnya teknis, tinggal buat aturan saja, karena ke depan pantai utara akan semakin ramai, apalagi kalau Pantai Idah Kapuk (PIK) dibangun, pasti Kabupaten Tangerang akan seperti pulau Bali," tandasnya.
