Kepala bidang Hubungan internasional ketenagakerjaan Dinas ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang Ratu Ani Nuraeni mengatakan kegiatan ini untuk membahas hasil survay KHL dan akan di plenokan sekitar akhir bulan oktober ini.
"Kita masih belum tuntas menginputnya, baru 3 pasar yang sudah di input yaitu pasar lama, pasar Rau, dan pasar karangantu, tinggal 1 pasar yang belum di input yaitu pasar kalodran." Ungkap Ratu saat di temui seusai lakukan pembahasan KHL, di hotel royal serang, Selasa (21/10).
"Di dua pasar memang ada kenaikan harga di pasar, kita masih mengusut faktor apa yang mengakibatkan harga naik."Katanya
Ratu menjelaskan ada 60 item dan 4 komponen yang menjadi parameter yang jadi ukuran survay KHL.
"Kami belum bisa menentukan berapa KHL di kota serang untuk tahun ini, cuma di bulan september kemarin hasil survay KHL di pasar rau dan pasar lama mencapai Rp.2.156.000, tapi kami belum bisa memberikan nominal pastinya karena masih menjadi kajian dewan pengupah."Jelasnya
"Baru akhir bulan ini akan kita plenokan dan hasilnya akan di serahkan ke provinsi paling lambat 12 november mendatang, dan dalam survay KHL ini kami libatkan unsur pengusaha, serikat pekerja dan dari pemerintah" tandasnya.
Sementara ketua Asosiasi Pedagang Indonesia (Apindo) Kota Serang Yos Sudarso mengatakan hubungan perusahaan dan serikat buruh, juga pemerintahan di kota serang cukup harmonis." Untuk kota di bandingkan dengan kabupaten serang cukup harmonis, karena kondisi di kota serang itu kecil, selama ini sih kita cenderung harmoni."Ujar Yos
Sedangkan Saipul yang merupakan salah satu anggota dari Konfederasi Serikat Buruh Seluruh indonesia (KSBSI) Kota serang mengatakan pihaknya ingin kenaikan UMK sebesar 30%, tapi tetap harus ikuti peraturan, di sesuaikan dengan hasil real dari survay." Kita pengennya sih naik tinggi, karena kebutuhan kan semakin tinggi juga, tapi kita kan tetap harus ikuti peraturan, karena kan di kota serang mah banyaknya pedagang, bukan industri jadi kita ikutin aja berdasar hasil survay KHL."Katanya
