Menurut pengakuan Sahrul, kejadian tawuran beberapa waktu lalu berawal dari janjian melalui via BBM dengan SMK PGRI 2 untuk melakukan tawuran di jalan layang Cikokol Tangerang.
"Seperti biasa tawuran yang kami lakukan memang janjian terlebih dahulu, dan saya dari SMK 4 Veteran Tangerang bergabung dengan SMK Yupentek Veteran Tangerang untuk tawuran dengan SMK PGRI 2 Cikokol," ujar Sahrul, Rabu (22/4/15).
Namun tawuran belum sempat dilakukan dijalan layang Cikokol, korban yang merupakan siswa SMK PGRI 2 dan pelaku dari SMK 4 Tangerang melakukan duel terlebih dahulu.
Kejadian yang terjadi dengan cepat tersebut, sempat mengagetkan pelaku dikarenakan sambungan samurainya terlepas dari pegangannya hingga menancap di kening korban.
"ya,spontan saya kaget melihat samurai terlepas dari sambungan yang masih dipegang oleh saya, tidak lama kemudian polisi datang ke TKP, hingga kami semua membubarkana diri," tutur Sahrul.
Sahrul juga mengatakan bahwa senjata tajam (sajam) samurai yang dipakai untuk tawuran bukan milik dirinya melainkan milik orang lain, dan saat ini dirinya sangat menyesal dengan apa yang terjadi.
seperti diketahui bahwa tawuran yang terjadi antara SMK PGRI 2 Cikokol Tangerang dengan SMK Yuppentek Veteran Tangerang terjadi pada Senin 6 April 2015 yang mengakibatkan Siswa SMK PGRI 2 (Ahmad Arifin) Meninggal dunia di RSUD Kota Tangerang.
