Melansir dari Euro News, balon-balon yang terbang baru-baru ini diperkirakan membawa kertas bekas, potongan kain, dan puntung rokok. Balon-balon ini diduga dikirim sebagai balasan terhadap aktivis sipil Korea Selatan yang mengirimkan selebaran propaganda anti-Pyongyang.
Seoul mengeluarkan peringatan kepada warganya untuk waspada terhadap benda yang jatuh dari langit dan melaporkannya ke militer atau polisi jika melihat objek terbang yang mencurigakan. Sejauh ini, tidak ada laporan tentang cedera atau kerusakan properti.
Sebagai balasan terhadap kampanye balon ini, Korea Selatan mengaktifkan pengeras suara di garis depan untuk menyiarkan pesan propaganda dan lagu K-pop. Para ahli mengatakan Korea Utara sangat membenci siaran ini karena takut meruntuhkan semangat pasukan dan penduduknya.
Ketegangan meningkat dengan ancaman dari kedua belah pihak tentang langkah-langkah yang lebih tegas. Kampanye balon ini juga terjadi saat Korea Utara berusaha pulih dari banjir besar yang merendam ribuan rumah dan area pertanian di dekat perbatasan dengan Tiongkok.
