"Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit Obini Medika Desa Merak," terang salah satu warga Desa Merak yang enggan disebutkan namanya.
Sementara Kepala Desa Merak Agus Ambek saat dikonfirmasi membenarkan adanya kericuhan pada sepak liga desa, menurutnya ajang kompetisi bola tingkat desa Merak ini merupakan rangkaian HUT RI ke 77 yang digelar oleh Karang Taruna Desa Merak.
"Sudah dibubarkan dan tidak diteruskan lagi, dan Alhamdulillah sudah selesai semuanya, kita berharap kejadian ini tidak terulang lagi," tandasnya.
Camat Sukamulya Yati Nurul hayati mengatakan, dirinya telah mendapatkan laporan kejadian kericuhan sepak bola Di Desa Merak dari Kepala Desa, dia menghimbau agar semua pihak tidak terpancing, permainan bola merupakan ajang silaturahmi dan pemersatu generasi muda.
"Tentunya diharapkan tidak terjadi lagi kericuhan, walaupun permainan bola sudah biasa memancing emosi, namun Harusnya pemain dan suporter bisa mengendalikan diri jangan terpancing dengan keributan," tandasnya.
