Pemecatan ini mengakhiri karir Ten Hag di Old Trafford yang penuh dengan ekspektasi tinggi setelah manajemen MU menggelontorkan dana besar untuk belanja pemain. Meski begitu, hasil yang diharapkan tak kunjung tercapai. Pada Senin pagi, Ten Hag masih menjalankan tugasnya seperti biasa, termasuk memimpin konferensi pers jelang laga melawan Leicester City. Ironisnya, momen tersebut ternyata menjadi yang terakhir bagi Ten Hag sebagai manajer MU.
Mengutip laporan Sky Sports, Ten Hag dilaporkan terkejut atas keputusan manajemen, terlebih mengingat sebelumnya ia merasa masih mendapat dukungan penuh. Namun, keputusan pemecatan ini ternyata diambil dengan suara bulat dari jajaran manajemen MU yang akhirnya kehilangan kesabaran.
Meski tak sedikit yang mendukung pemecatan ini, tak sedikit pula yang mempertanyakan kebijakan manajemen United. Banyak pihak mengkritik waktu keputusan ini yang dianggap terlambat, mengingat performa MU yang juga tak memuaskan musim lalu. Beberapa suara juga mempertanyakan mengapa manajemen memperpanjang kontrak Ten Hag hingga 2026 jika memang ragu terhadap performanya.
Kini, Manchester United dihadapkan pada tugas berat mencari sosok pengganti yang mampu membangkitkan tim dari keterpurukan dan membawa kembali kejayaan Setan Merah di kancah Premier League.
