Bahkan, para PKL tersebut sudah direlokasi ke Pasar Kepandean oleh pimpinan yang memiliki tagline 'Aje Kendor' pada tanggal 2 Februari 2019 lalu. Namun, sampai saat ini PKL tersebut masih berjualan dikawasan MY Serang.
Hal itu terbukti saat Satpol PP Kota Serang, pada Rabu (25/9/2019). Melakukan penertiban sekitar pukul 10.00 WIB dan dinilai sudah bersih ditertibkan dan banyak PKL yang sudah menutup dagangannya, namun sekira pukul 12.00 WIB PKL kembali menggelar jualannya. Kejadian tersebut seolah-olah tidak akan pernah kunjung usai, karena Satpol PP kurang adanya ketegasan yang membuat efek jera.
"Penertiban ini kita lakukan setiap hari sekira pukul 10.00 WIB. Kita patroli bukan hanya PKL Stadion tapi PKL Alun-alun juga," kata Kasatpol PP Kota Serang Kusna Ramdani saat dihubungi melalui sambung telepon selulernya, Rabu (25/9/2019).
Disinggung terkait PKL kembali berjualan ketika petugas Satpol PP pulang, Kusna tidak mengelak hal itu, namun dirinya akan memerintahkan petugas kembali pada pukul 15.00 WIB untuk penertiban. "Itu kita akan tertibkan lagi, yang penting pedagang tidak mendirikan gubuk permanen. Kalau hanya didorong pakai gerobak itu kita maklumi. Yang penting tidak mengganggu keindahan," jelasnya.
Sedangkan untuk tindakan pedagang yang menggunakan gerobak, kata Kusna, pihaknya akan menyuruh untuk pindah. "Kalau grobak kita persuasif karena kasihan juga, urusan perut. Yang penting tidak mengganggu keindahan," pungkasnya.
