Taslim mengatakan, saat ini seluruh seleksi test, baik di intasnsi pemerintah maupun swasta dengan menerapkan azas transaparansi, sehingga bisa mencegah terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), dengan ditampilkannya nilai atau skore ke publik, diharapakan bisa menjawab keraguan peserta Panwascam, dia meminta untuk ditampilkan skore dari mulai nilai terbesar hingga terkecil.
"Kalau tidak ditampilkan skore atau nilai CATnya , maka akan menimbulkan keraguan peserta, sehingga publik tidak percaya azas transparan ke Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu yang notabane dibiayai oleh APBD dan APBN," kata Taslim.
Hal senada dikatakan Ketua LSM Retno Juarno, menurutnya dari awal dirinya meragukan tentang kinerja Bawaslu, karena saat dilakukan seleksi terkesan tertutup, dirinya berupaya mencari informasi tentang seleksi namun banyak yang tidak mengetahuinya hingga ditutupnya pendaftaran, dia menyoroti incumben Panwascam pasalnya setiap ada rekrutmen Panwascam selalu lolos dan kembali terpilih.
"Selain itu juga Bawaslu tidak selektif dalam menyaring pendaftar, karena banyak yang sudah menjadi pendamping desa dan PKH, namun tetap diterima berkasnya , ada apa ini," terang pria yang dikenal vokal di Kabupaten Tangerang ini.
