Pemilihan Ketua Karang Taruna Desa Bitung Menuai Polemik

detakbanten.com CIKUPA - Proses pemilihan Ketua Karang Taruna di Desa Bitung Jaya Kecamatan Cikupa, menyisakan polemik. Salah satu calon ketua Zakiudin menilai proses pemilihan banyak kejanggalan, seperti tidak ada penyampaian visi dan misi serta calon tidak boleh menggunakan hak suara.
"Dalam Tatib (Tata Tertib) pemilihan Ketua Karang Taruna Desa Bitung Jaya, harusnya ada penyampain visi dan misi. Kemudian ada pasal calon boleh menggunakan hak suaranya dicoret, jadi saya sama dengan tiga calon lain tidak boleh menggunakan hak suara. Padahal pada pemilihan sebelumnya boleh-boleh saja,"terang Zakiudin
Lanjut Zakiudin, pihaknya pun menggugat hasil pemilihan Ketua Karang Taruna. "Bahkan ditengah proses gugatan saya melalui kuasa hukum saya, itu malah ada kabar SK (Surat Keputusan) Ketua Karang Taruna Desa Bitung Jaya, jelas tidak tepat. Kecuali memang tidak ada polemik yang sedang dirembukan," tandasnya.
Zakiudin mengungkapkan, berdasarkan hasil pemungutan suara pada 4 Agustus lalu, dia mendapatkan 12 suara, sedangkan calon lainnya yaitu Suhendar 1 suara, Jafar Sodik 13 suara dan Agus Sudrajat 1 suara.
"Hak pilih ada 28, rinciannya unsur BPD 1 orang, perangkat desa 1 orang, PKK 1 orang, Rt 14 orang, Rw 5 orang, ketua pemuda 5 orang, perwakilan Karang Taruna Kecamatan Cikupa 1 orang. Serta satu suara lainnya," paparnya.
Sementara Ketua Karang Taruna Kecamatan Cikupa, Andreas mengatakan, pihaknya sudah mendengar adanya polemik tersebut. Namun pihaknya belum menerima informasi jelas terkait hal itu. "Kami berharap pihak Kades bisa mengundang semua pihak terkait termasuk kami untuk mencari solusi masalah ini," jelasnya.
Namun kata Andreas, jika tidak ada tanggapan diperkirakan besok atau lusa, pihaknya akan mendatangi panitia pemilihan Ketua Kaang Taruna Desa Bitung Jaya, guna mendapatkan penjelasan.
"Kami waktu itu sudah coba mau minta keterangan Kades tapi kabarnya sakit. Terus kami juga sudah berbicara dengan Sekdes, tapi kan Sekdes tidak punya kewenangan dalam mengambil kebijakan," tandasnya.
Andreas juga mengaku tidak mau over acting atau bersikap berlebihan, dalam menyikapi masalah ini. "Kami tidak bisa mengintervensi hal ini, tapi kami coba bantu untuk menyelesaikan agar tidak berlarut-larut. Maka kami juga berencana untuk sowan ke panitia," imbuhnya.


























