Program ini berlangsung mulai tanggal 14 hingga 28 April 2025, pukul 08.00–12.00 WIB, bertempat di Instalasi Gudang Farmasi Dinas Kesehatan, Komplek Kantor Bupati Sergai.
Kepala Dinas Kesehatan dr. Yonly Boelian Dachban mengatakan, program cek kesehatan gratis ini juga merupakan bagian dari kebijakan nasional menuju Indonesia Sehat, sekaligus mendukung instruksi Menteri Kesehatan RI dalam memperluas akses layanan preventif di masyarakat.
'Dengan adanya program ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala semakin meningkat, program ini akan berlanjut selama setahun," ungkap Yonly.
Dia. menambahkan, apabila ada masyarakat yang melakukan pengecekan kesehatan ada dugaan ditemukan penyakit yang harus dirujuk ke rumah sakit, misalnya penyakit peradangan pada hati (Hepatitis) .
"Pasien kurang mampu dan tidak mempunyai BPJS, untuk sementara akan mendapat bantuan perawatan di puskesmas," ujarnya, Sabtu (18/4/2025)
Katanya, pihak dinas Kesehatan akan koordinasi dengan kepala desa untuk membantu kepengurusan BPJS gratis, setelah itu dinas kesehatan akan memfasilitasi pasien tersebut untuk mendapatkan BPJS gratis, setelah itu akan dirujuk ke rumah sakit.
"Jadi bukan hanya mengecek kesehatan, tapi membantu warga kurang mampu mendapatkan gak berupa BPJS gratis sehingga dapat berobat ke rumah sakit apabila ditemukan penyakit yang harus dirujuk saat dilakukan pemeriksaan," bilangnya.
Kata dia, jika dilakukan secara mandiri, layanan kesehatan seperti ini bisa menelan biaya hingga Rp1–2 juta.
"Oleh karena itu, mari manfaatkan fasilitas ini untuk mendeteksi dini kondisi tubuh kita,” ucap Yonly mengakhiri pembicaraan. (ap).
