Sachrudin mengatakan, anak-anak sebagai generasi penerus bangsa sudah selayaknya mendapatkan edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Hal tersebut bisa dimulai dari keluarga dan sekolah dengan membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya.
"Pemerintah Kota Tangerang dalam beberapa tahun terakhir telah memasukkan pelajaran tentang kepedulian lingkungan dalam muatan lokal di tingkat SD sampai dengan SMA," ujar Sachrudin.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Mumung Nurwana menjelaskan edukasi tentang kelestarian lingkungan lewat film juga dimaksudkan agar anak mendapat gambaran bila tidak peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Film tersebut, kata Mumung, menceritakan tentang sekelompok suku asli yang berjuang mempertahankan kelestarian lingkungan dari aksi para perambah dan perusak hutan. "Adegannya diambil di Sungai Cisadane," jelas Mumung.
