Print this page

Sektor Pertanian dan Industri Sebabkan Turunnya Pertumbuhan Ekonomi

Sektor Pertanian dan Industri Sebabkan Turunnya Pertumbuhan Ekonomi

detakserang.com- SERANG, Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten pada triwulan pertama di tahun 2014 menurun, ekonomi Provinsi Banten hanya sebesar 5,20% year on year (YOY), itu lebih rendah di bandingkan dengan pertumbuhan ekonomi triwulan ke empat tahun 2013 yaitu sebesar 5,84% (YOY), hal yang menyebabkan rendahnya pertumbuhan ekonomi di banten ada dua sisi, yaitu sisi penawaran dan sisi permintaan.

Untuk sisi penawaran yang mendorong rendahnya pertumbuhan ekonomi di Banten saat ini adalah lambatnya di sektor pertanian dan lambatnya di sektor industri pengolahan.

Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Banten, Budiharto Setyawan mengatakan bahwa sektor pertanian hanya tumbuh sebesar 1,18%, dan selama 3 tahun, triwulan pertama di tahun 2014 ini merupakan yang terendah.
"Penyebabnya adalah pergeseran jadwal tanam padi, itu di karenakan adanya perbaikan irigasi di perbatasan Kota dan Kabupaten serang, cuaca juga mempengaruhi, akibat cuaca buruk hasil ikan di laut berkurang, menurunnya produksi karet juga mempengaruhi rendahnya pertumbuhan ekonomi di Banten ini "ujar Budi saat jumpa pers di ruangannya jumat (13/06).

Selain sektor pertanian lanjut Budi, sektor industri pengolahan juga mengalami penurunan, di triwulan pertama 2014 hanya sebesar 2,45%, lebih rendah di banding triwulan ke empat 2013 yaitu 3,80%, dan ini disebabkan masih lemahnya kinerja sektor industri baja dan Karet, "menurut Badan Statistik Pusat (BPS) industri logam hasilnya negatif yaitu sebesar -17,24% (YOY), sedangkan untuk industri karet sebesar -6,79% (YOY)," jelasnya.

Budi juga menambahkan bahwa sektor industri keuangan juga mengalami perlambatan, Nilai Tambah Bruto (NTB) perbankan menurun, menipisnya SPREAD suku bunga deposito dengan suku bunga kredit menyebabkan menipisnya Net Interest Margin Perbankan di Banten.
"Beban bunga perbankan naik mencapai 52,81% (YOY), jauh lebih tinggi di banding pendapatan bunga yang hanya mencapai 25,24% (YOY), di bulan Januari 2014 pendapatan perbankan dari bunga mengalami penurunan sekitar 3,18% (YOY)," tambahnya.

"Sedang untuk Loan to Deposit Ratio (LDR) mengalami penurunan menjadi 69,96% , lebih rendah di bandingkan sebelumnya yaitu sebesar 72,45% (YOY), tapi tidak semua hal menurun, untuk angka pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) atau simpanan, kredit dan aset lebih tinggi di banding triwulan ke empat 2013, untuk DPK naik sebesar 25,11% (YOY) dibanding sebelumnya yang hanya 19,26% (YOY), kredit naik sebesar 22,65% (YOY) dari 18,76% (YOY), sedangkan aset naik sebesar 21,17 (YOY) dari 14,55% (YOY),"pungkas Budi.