Kepala UPTD TPA Rawa Kucing Marsan menjelaskan, bukit hijau yang belum mempunyai nama teraebut dibangun sekitar dua bulan. Satu bulan pertama digunakan untuk menumpuk sampah.
"Setelah 40 hari, baru terkonsep menanam tanaman. Bukan cuma itu, tapi kita haris fikirkan sumber air untuk nantinya menyiram tanaman. Makanya kita gali disekitar bukit dan nantinya akan jadi sumber resapan dan bisa digunakan untuk menyiram," terangnya.
Bukit dengan ketinggian mencapai 18 meter tersebut juga menjuarai Diklatpim IV Angkatan 75 tingkat Provinsi Banten. Proyek tersebut ternyata tanpa anggaran. Bukit tersebut dibangun menggunakan bahan bahan sisa.
"Awalnya itu tugas diklat dari provinsi. Saya beri judul penataan TPA Ramah Lingkungan dari padang gersang jadi padang hijau indah merimbun merindang. Belum pernah dilakukan dimanapun," ujarnya.
Menariknya, sanitary landfill dengan konsep taman. 3.800 meter persegi justru lebih hemat daripada bio membran yang menghabiskan anggaran Rp4 miliar dan hanya menutupi sekitar satu hektare. Marsan mengatakan, jika nantinya diizinkan, akan membuat tiga kali lebih besar dari bukit sebelumnya.
