Panitia dituding kurang profesional. Karena Untirta Expo yang digelar dari 29 September - 5 Oktober 2014 itu terkesan ala kadarnya tanpa persiapan matang.
Yohana,mahasiswa Fakultas ISIP menilai, pameran yang digelar oleh Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Untirta ini kurang disosialisasikan. Akibatnya Untirta Expo 2014 tidak diminati atau sepi pengunjung.
"Mahasiswa pada malas datang ke pameran. Masalahnya stand-stand yang ada tidak bervariasi, bahkan banyak yang kosong. Adapun stand yang diperuntukkan bagi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)juga tidal terisi. Jadi malas mau melihatnya," ujar Yohana, Jumat (3/10).
Pendapat senada disampaikan Amir. Menurut mahasiswa ini, Untirta Expo 2014 tidak semenarik dibandingkan tahun lalu. Kosongnya stand-stand disebabkan tak ada pemberitahuan soal Untirta Expo tersebut.
"Untirta Expo tahun ini nggak ada menarik-menariknya. Jadi wajar kalau sepi pengunjung," ungkap Amir
Selain mahasiswa yang mengaku kurang puas terhadap Untirta Expo 2014, para pedagang yang membuka stand juga mengeluhkan sepinya pengunjung. Untuk buka stand di acara pameran tersebut mereka dikenai biaya sebesar Rp800 ribu.
Neneng, pedagang Center Nabok misalnya, membayar RP800 ribu. Sebenarnya harga Rp800 ribu itu sangat memberatkan. Apalagi keuntungan hingga saat ini belum terlihat bagus, tidak sesuai yang di harapkan.
"Saya sih berharap, di tahun depan, harga standnya bisa lebih murah. Sehingga banyak stand makanan yang mau datang ke acara Untirta Expo ini," tandasnya.
