Kedua warga tersebut merupakan penerima bantuan dalam program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), program pemerintah pusat tersebut merupakan upaya negara membantu dan menjaga keberlangsungan usaha para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak pandemi.
" Kedatangan saya kesini ke BNI Bandara ini untuk mempertanyakan bantuan, BPUM kenapa yang saya terima cuma 500 ribu , dan bersihnya 350 ribu ynag saya terima, karena 150 ribu saya kasihkna ke orang yang ngurusnya,"terang Rapinah.
Rapinah mengatakan, dirinya saat itu didatangi oleh salah seorang yang bisa mengurus, namun saat itu ATM dan buku rekeningnya ditahan oleh yang mengurusnya, setelah itu dirinya tanyakan buku tabungannya, namun setelah ada, dirinya terkejut karena print out transaksi di buku tabungannya tidak ada, padahal stempel dan tandatangannya tertera Bank BNI Bandara Soekarno Hatta, calo tersebut kata Rapinah bernama Sri, Erni dan Rahmat.
" Kata ibu Sri, ini ada dana 500 ribu buat ibu , hanya buat ngerasain aja ya, karena ibu tidak dapat bantuan, inimah buat nyicipin saja,"terang Rapinah sambil menirukan suara ibu Sri.
Sementara Kepala BNI cabang Bandara Dzururi mengatakan, bahwa dirinya akan menindaklanjuti aduan warga, dia akan segera melacak data dan segera secara aturan BNI tidak memperbolehkan bantuan diwakilkan.
" Dipotong atau disunat juga tidak boleh, nanti kita lacak,"terangnya.
