KPK Geledah Pemkot dan Dinkes Tangsel
SETU- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi Gedung Pemkot Tangsel di Jalan Raya puspiptek, Setu. Belum diketahui maksud kedatangan KPK.
Ini Alasan Pengelola Parkir Ciffest
CIKUPA - Mahalnya tarif parkir di Citra Raya Food Festival (Ciffest) akibat permintaan manajemen Citra Raya. Siel On Service (SOS) Parking selaku pengelola sebelumnya membuat tarif flat Rp 1.000 untuk motor dan Rp 2.000 untuk mobil. Refly Harun: Verifikasi Tidak Ubah Hasil Pilkada Tangerang
TANGERANG - Pengamat Hukum Tata Negara Refly Harun mengatakan hasil verifikasi ulang dan telah diserahkan KPU Banten kepada Mahkamah Konstitusi, tidak akan merubah hasil Pilkada Kota Tangerang.
Pengunjung Ciffest Keluhkan Tarif Parkir
CIKUPA - Mahalnya tarif parkir di Citra Raya Food Festival (Ciffest), Cikupa dikeluhkan para pengunjung. Penglola parkir memberikan tarif diluar kewajaran untuk motor bisa mencapai Rp 20 ribu sedangkan untuk mobol bisa mencapai Rp 30 ribu.
Enam Bandar Narkoba Ditangkap, 1 Orang Dibawah Umur
PAMULANG - Jajaran Kepolisian Sektor Metro Pamulang, Kota Tangsel, membongkar peredaran narkotika jenis ganja seberat 1,5 kilogram dan 125 gram shabu-shabu serta mengamankan enam orang pengedar.
Tiang Petunjuk Jalan Rawan Roboh
SETU- Ratusan tiang petunjuk jalan yang tersebar di Kota Tangsel bakal diremajakan,Lantaran, banyak dari tiang petunjuk arah usianya sudah uzur yang merupakan warisan dari Pemkab Tangerang. Akibatnya, tiang-tiang setinggi lima meter ini rawan roboh.
Kondisi ini dikeluhkan sejumlah warga maupun pengendara yang sedang melintas,Sejumlah penunjuk jalan di wilayah Kota Tangsel usang. Papan penunjuknya masih ada, tetapi tulisannya sudah tak terbaca. Salah satunya, di perempatan gaplek,Pamulang. Ditiang petunjuk jalan di sudut kanan bawah masih tertulis Dishub kab.Tangerang serta tulisannya pun kurang terbaca.
Komisi II DPRD Tangsel Sidak PT CKM
PONDOK AREN-Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tangsel menelusuri adanya dugaan pemalsuan identitas pembantu rumah tangga (PRT) yang bernaung di bawah PTCitra Kartini Mandiri (CKM).
Lagi-lagi Paripurna Raperda Molor Tiga Jam
SETU- Sidang paripurna yang digelar di gedung DPRD molor hingga tiga jam,Kondisi ini sangat disayangkan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah(SKPD).Pada rapat paripurna, Senin (21/10) mendengar jawaban dari fraksiterkait tiga raperda yakni, Raperda Pendidikan Diniyah, Raperda CoorporateSocial Responsibility (CSR), dan Raperda penataan pedagang kaki lima.
erdasarkan penjadwalan dari Sekretaris DPRD, pembahasan agendatersebut dimulai pukul 09.00 WIB. Namun, pada kenyataannya molor dan barudimulai pukul 12.00 WIB.
Molornya rapat paripurna ini sangat disayangkan sejumlah kepala SKPD yangsudah datang sejak pukul 09.00 WIB. Lantaran, molornya menghambatkegiatan yang sudah di jadwalkan di masing-masing kantor SKPD.
"Undangannya jam 09.00 WIB. Saya datang jam 09.00 WIB. Tapi jam 10.30belum mulai juga," ungkap salah salah seorang SKPD yang namanya engganditulis.
Menurutnya molornya rapat sangat mengganggu agenda kegiatan yang dijadwalkannya pada hari itu. "Padahal, hari ini (kemarin-red) saya banyakkegiatan di kantor. Jadi ikutan molor dah kegiatannya," katanya.
Anggota DPRD Kota Tangsel Tb Irvanul Hakim menuturkan molornya rapat paripurna lantaran banyak berbagai kendala. Salah satunya,adanya agenda dengan partai. Sehingga jadwal rapat paripurna berbenturan dengan agenda partainya.
"Salah satunya ada agenda partai. Tetapi saya kan tetap hadir di rapat paripurna hari ini," ucap politisi Demokrat itu.
Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie menuturkan molornya rapat paripurna lantaran dirinya menunggu anggota DPRD untuk memulai pembahasan. "enggaklah, ga molor. Tadi saya memang pimpin rapat dulu.Memang undangannya jam 09.00 WIB. Kedepannya, saya sesuaikan dengan jadwal saya," terangnya.
Dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua I Ruhamaben, dibahas tiga usulan raperda inisiatif. Yakni Raperda Pendidikan Diniyah, RaperdaCoorporate Social Responsibility (CSR), dan Raperda penataan PedagangKaki Lima (PKL) dan dihadiri 39 dari 45 anggota DPRD. (def)
Dinasti Ratu Atut Lahirkan Ekonomi Rente
JAKARTA- Politik dinasti dinilai hanya melanggar norma dan etika dalam berpolitik. Selain itu, khususnya di Banten, politik dinasti Ratu Atut hanya menumbuhkan ekonomi rente yang didukung premanisme. “Jadi, dinasti ratu Atut melahirkan ekonomi rente ekonomi struktural, yang didukung paket premanisme, dan itu sudah dibangun sejak Orde Baru, ketika alm. Hasan Shohib menjadi jawara Banten,” kata Pengamat politik dari Universitas Mathlaul Anwar, Banten, Ali Nurdin di Jakarta, Senin,(21/10). Detak Sumatera
Advertorial
Berita Terkini
Sungai Meluap, Ratusan Rumah Di Perum GAS Sukadiri Banjir
Monday, 09/03/2026Wali Kota Tangsel Larang Pemakaian Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran 1447 H
Thursday, 05/03/2026Politik
Sabtu Besok, 3 Kontestan Pilkada Tangsel Kumpul di Serpong, Reunian ya?
Friday, 19/02/2021Bawaslu Pastikan Tiga TPS Gelar PSU Pilkada Tangsel
Friday, 11/12/2020Hasil LSI Denny JA Tatu Pandji Menang, Abdul Latif Beri Ucapan Selamat
Thursday, 10/12/2020Hasil LSI Tatu Pandji Unggul, Ini Pesan Ketua Tim Pemenangan
Wednesday, 09/12/2020Copyright © 2013 Detak Group. All rights reserved.
Support by pamulang online




























